Ulasan kali ini mengenai search usability, bagaimana tingkat keoptimalan search engine di suatu situs. Situs yang kali ini akan diulas yaitu situs Badan Pusat Statistik. Saya akan mengulas search usability dari situs ini tentunya dengan beberapa referensi. Ulasan pertama mengenai posisi search engine dari web BPS ini dan berdasarkan buku Prioritizing Web Usability karya Jakob Nielsen dan Hoa Loranger, posisi sebuah search engine yang baik berada di kanan atas. Untuk hal ini situs BPS ini lolos dengan letak search engine di kanan atas. Menurut saya dari semua referensi yang saya dapatkan situs BPS ini hanya lolos di letak dan penamaan label search engine, hal-hal lainnya masih banyak kesalahannya. Kesalahan-kesalahan yang terdapat pada situs BPS ini diantaranya :
- Hal yang sederhana yaitu banyaknya karakter yang dapat ditampung oleh kotak pencarian, menurut Justin Mifsud karakter yang dapat ditampung sebuah kotak pencarian, optimal memuat 20 karakter, namun di situs BPS mampu menampung 21 karakter, kesalahan ini mungkin memang belum terlalu fatal.
Kapasitas karakter yang dapat di tampung kotak pencarian - Kesalahan lainnya adalah search engine di situs ini belum mampu menampilkan query-query yang terkait dengan masukkan kata kunci user ataupun membetulkan kesalahan keyword. Padahal hal ni sangat akan membantu user apabila terjadi kesalahan memasukkan keyword.
- Ada lagi ketika kita sudah di lempar ke SERP akan lebih baik jika tulisan keyword di kotak pencarian jangan langsung terhapus jadi apabila user ada kesalahan memasukkan keyword karena ada kekurangan penulisan karakter dapat segera menyadari kesalahannya dan tidak perlu mengulang menulisnya dari awal.
- Keunikan SEO di situs BPS yang mungkin berbeda dari situ-situs lainnya yaitu hasil pencarian akan secara otomatis di kategorikan menjadi 4 kategori yaitu Berita Resmi Statistik, Berita BPS, Publikasi, Tabel. Hal ini sebetulnya bagus karena akan memudahkan pengguna. Namun sayangnya, hasil pencarian di situs ini kurang bagus contohnya saja dari hasil pengecekan saya, ketika saya memasukkan kata kunci ‘beras’ dengan harapan mendapat informasi tentang beras (makanan) namun yang ketika mengklik link yang ada malah saya tidak menemukan yang diharapkan. Keyword beras tersebut akan mendeteksi semua kata yang mengandung karakter yang sama dengan karakter ‘beras’ misalnya saja kata ‘berasal’ yang mengandung karakter ‘beras-al’.
- Kesalahan ini masih terkait kesalahan pada poin d diatas, yaitu mengenai tata letak hasil pencarian yang tidak optimal. Ketika saya mencari informasi tentang ‘beras’, sebetulnya saya menemukan link dengan kata beras namun link tersebut tidak di tempatkan diposisi pertama, padahal sesuai kaidah search usability dari buku Prioritizing Web Usability, seharusnya menempatkan link yang paling sesuai diurutan teratas sehingga mudah terpilih oleh user.
- Kesalahan lainnya dari SERP yaitu judul link tidak ada bedanya dengan tulisan lainnya, walaupun saat kita mengarahkan kursor ke link tersebut akan terlihat seperti link, namun alangkah lebih baiknya jika memang tulisan link itu di bedakan dengan yang lainnya agar kesan pertama yang ditangkap oleh user adalah meyakini itu adalah sebuah link yang tanpa ragu lagi untuk mengkliknya dan masuk ke halaman yang terkait.
- Ada lagi kesalahan lain yaitu link yang sudah di kunjungi tidak ada penanda sebagai pembeda dengan link lainnya bahwa link itu sudah pernah di kunjungi.
- Tidak adanya pencantuman berapa hasil temuannya, padahal hal ini akan sangat membantu user untuk memudahkan menelusuri link-link hasil pencarian tersebut.
- Teks yang di tampilkan dibawah link seharusnya membuat user mendeteksi link mana yang harus di pilih karena menampilkan potongan kalimat yang mengandung keyword. Misalnya saja seperti kasus saya tadi ingin mencari post tentang beras namun saya tidak bisa mendeteksi link tersebut sesuai atau tidak dengan harapan saya karena teks yang ditampilkan tidak mengandung sama sekali keyword yang dimasukkan, hanya bertuliskan potongan kalimat awal dari post link tersebut. Sehingga saya harus mencoba beberapa link terlebih dahulu.
- Masalah paging setiap kategori menggunakan paging tersendiri, sebeulnya hal ini sangat baik karena hanya menampilkan beberapa hasil pencarian saja sehingga memudahkan user untuk membacanya.Namun, masalahnya tidak ada informasi yang jelas ketika kita ada di page ke berapa, tentu hal ini sangat menyulitkan user.
Beberapa kesalahan pada hasil pencarian di situs BPS
Hasil pencarian jika tidak ada temuan sama sekali
Saya coba membuat perbaikan dari search usability sedikit dikombinasikan dengan web usability. Perbaikan-perbaikan tersebut diantaranya :
- Ketika user sudah berada di SERP tulisan keyword di kotak pencarian tidak langsung terhapus. Terdapat suggestion ketika user salah memasukan keyword.
- Ada perbedaan antara gaya penulisan link dan isi post dari link tersebut. Link yang sudah dikunjungi oleh user berbeda dengan link yang belum terkunjungi. Potongan isi post yang terdapat dibawah link mengandung kata-kata dari keyword dan temuan yang paling sesuai di tempatkan di urutan atas. Terdapat informasi berapa temuan yang dihasilkan. Ada juga informasi paging (user sedang mengakses page keberapa dan nomor page ketika kita sedang mengakses page itu tidak di link)
- Tampilan apabila salah satu kategori tidak menemukan hasil temuan
Tampilan keseluruhan perbaikan SERP
Referensi :
Mifsud Justin. 2011. 10 Usability Guidelines For Designing The Search Interface [Internet]. Tersedia dari : < http://usabilitygeek.com/10-usability-guidelines-for-the-search-interface/> [Diakses 23 Oktober 2011].
Nielsen Jakob, Hoa Loranger. 2006. Prioritizing Web Usability. Berkeley: New Riders.
Semoga bermanfaat
G64090015







