Berdasarkan referensi dari sebuah situs http://www.useit.com/alertbox/9605.html yang berjudul Top 10 Mistakes in Web Design. Post tersebut mengungkapkan tentang sepuluh kesalahan yang paling sering terjadi dalam web design. Disini akan diulas kembali kesalah-kesalahan tersebut beserta contohnya.

1)      Sekarang sudah banyak sekali situs yang menambah fasilitas search engine di situsnya. Akan tetapi masih sangat sedikit situs yang didalam fasilitas search tersebut bisa mengatasi kesalahan penulisan pencarian yang dimasukan oleh user atau pun bisa menampilkan query-query yang berkaitan dengan masukan user. Hal-hal tersebut dapat membantu user, misalnya saja saat lupa ingin mencari kata apa dan hanya mengingat beberapa potongan kata yang berkaitan saja. Contohnya saja yang saya temukan di situs radar bogor disitus tersebut dilengkapi dengan fasilitas search namun sayangnya tidak mengcover hal-hal seperti yang telah diulas diawal. Untuk mengetes hal ini saya ingin mencari berita tentang gubernur namun kata yang saya masukkan ke mesin pencarian adalah kata ‘gunernur’ dan hasil pencarian dari kata ‘gunernur’ tidak ditemukan, hanya terdapat tulisan ‘tidak ditemukan’.

Hasil Pencarian dengan keyword ‘gunernur’

Untuk membuktikannya saya memasukkan kata yang sebenarnya ‘gubernur’ dan ternyata terdapat berita yang berkaitan dengan kata pencarian ‘gubernur’.

Hasil Pencarian dengan keyword ‘gubernur’

2)      Kesalahan terbesar kedua, yaitu apabila sebuah link dari sebuah situs bukan merujuk ke suatu halaman namun malah membuka suatu file pdf lebih-lebih mengharuskan user untuk mendownloadnya terlebih dahulu. Contoh situs yang memiliki kesalahan ini adalah situs resmi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi  beberapa linkdari situs ini malah mengarahkan kita untuk mendownload suatu berkas pdf padahal tidak ada tulisan unduh atau semacamnya.

Halaman Depan Situs Bappebti

3)      Kesalahan ketiga yang paling sering terjadi yaitu penanda (biasanya berupa perubahan warna) pada link yang telah dikunjungi. Hal ini akan sangat membantu user untuk mengetahui link-link yang telah ia kunjungi. Sehingga berimplikasi bahwa user akan memilihnya lagi apabila isi dari link tersebut berguna baginya atau tidak memilih lagi karena sudah mengetahui isinya seperti apa. Untuk situs yeng memiliki kesalahan ini yaitu poskota. 4)      Non-Scannable text, kesalahan tersebut biasanya terjadi pada situs-situs dengan teks yang sulit untuk dibaca, tidak ada subhead,dll. saya mendapatkan contoh web yang sangat buruk penulisan teksnya yaitu di http://www.hytechshotz.com/servlet/StoreFront yang merupakan situs jasa pemotretan klub olahraga bagi pelajar. Di situs tersebut teksnya berwarna-warni namun tidak karuan ada tulisan yang underline namun bukan merupakan suatu link, tidak ada subhead, membuat kita malas untuk membacanya.

Tulisan teks yang kacau

5)      Kebanyakan situs sekarang menggunakan css yang ukuran fontnya sudah fiks tidak dapat diganti. Ukuran font yang sudah tetap ini dapat menyulitkan user, contohnya saja user yang sudah tua, user yang sudah tua ini akan kesulitan dalam melihat tulisan yang terlalu kecil dan akan sangat mengganggu dalam membacanya jika ternyata tulisan ini tidak bisa diperbesar. Untuk kasus ini saya menemukan salah satu situs departemen di pemerintahan RI yaitu Departemen Keuangan tulisan di situs ini sangat kecil-kecil bahkan ketika saya mencoba mengcopynya ke Microsoft word ukuran fontnya 8.5. dan di situs ini tidak ada fasiilitas untuk memperbesar ukuran fontnya. Font yang cukup kecil juga saya temukan di situs resmi pemerintahan Negara Singapura, bedanya di situs pemerintahan singapura ini terdapat fasilitas untuk mengubah ukuran fontnya yang terdapat di kanan atas.

Halaman depan situs Departemen Keuangan yang ukuran font nya cukup kecil

Situs resmi Negara Singapura yang dilengkapi fitur untuk mengubah ukuran font

6)         Page Title yang tidak sesuai, Tag dalam suatu page title biasanya menandakan kita sedang berada di bagian mana dari situs itu, kesalahan yang sering terjadi ialah terlalu panjang dalam penamaan atau page title halaman depan dari situs bukan mencirikan identitas dari situs tersebut malah selamat datang.Contoh kasus ini saya temukan di sebuah situs badan pertahanan nasional, page title dari setiap page situs ini sangat panjang yaitu pasti terdapat Badan Pertahanan Nasional Republik Indonesia – BPN RI | Information at your desk, yang terdri dari 80 karakter. Contohnya saja saya membuka berita yang berjudul Perlombaan Dalam Rangka Peringatan Hari Agraria Nasional Tahun 2011 dan page title dari halaman ini adalah Badan Pertahanan Nasional Republik Indonesia – BPN RI | Information at your desk – PERLOMBAAN DALAM RANGKA PERINGATAN HARI AGRARIA NASIONAL TAHUN 2011 yang terdiri dari 150 karakter. Hal ini sangat-sangat tidak efisien. Ada contoh dari situs lainnya yang page title dari setiap halaman sama yaitu di situs resmi pemerintahan provinsi Sumatera Barat  setiap halaman memiliki page title Selamat Datang Di Situs Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat yang terdiri dari 71 karakter.

Salah satu halaman situs BPN yang memiliki page title 150 karakter

Situs Pemerintahan Daerah Sumbar yang setiap halamannya memili page title yang sama dengan panjang 71 karakter

7)      Elemen di web yang menyerupai iklan. Pandangan user akan dengan otomatis menghindari elemen-elemen di web yang menyerupai advertisement seperti tulisan dengan ukuran yang besar-besar, warna yang mencolok dan berdempet-dempetan. Contohnya saya menemukan ini di situs jurnal lipi . Di bagian kanan situs ini terdapat gambar-gambar yang berderet ke bawah. Sekilas ketika melihatnya, saya mengira itu adalah iklan-iklan yang sering di selipkan di web namun ternyata itu merupakan link-linkterkait dengan situs jurnal lipi.

Bagian kanan dari situs jurnal lipi yang menyerupai iklan

8)      Melanggar kaidah design. Kesalahan ini biasanya menjadikan user menjadi tidak nyaman ketika menjelajah situs tersebut. Contoh yang saya temukan adalah  http://wheelchair.ch/de/indexde.htmlpaduan warna yang tidak pas, lalu tata letak yang sangat kacau serta ketidakkonsistenan web.

Web dengan design yang sangat buruk

9)      Link terbuka dalam windows baru, Kesalahan ini mudah dilihat misalnya saja ketika kita membuka suatu halaman yang terjadi bukan halaman tersebut berganti menjadi link yang kita pilih namun di lempar ke windows ataupun tab baru. Hal ini tentu akan menyulitkan user karena ketika kita ingin kembali ke halaman sebelumnya tidak ada tombol back.Dalam kasus ini saya mengambil contoh suatu situs yang semua link nya akan membuka di tab yang baru, yaitu situs resmi pemerintahan daerah Batam.

Halaman depan Situs Pemda Batam

10)      Pada poin kesepuluh ini biasanya dapat kita jumpai di situs-situs yang menyajikan forum jual beli. Kesalahan yang terjadi pada kasus ini ialah dimana user tidak dapat menerima informasi yang jelas sesuai dengan apa yang ia butuhkan. Contohnya saja yang saya temukan pada mobilbekas.com disini mobil bekas yang menjadi komoditi penjualannya. Informasi yang biasa kita dapatkan adalah harga, gambar dan kontak yang bisa dihubungi. Namun di situs ini masih banyak sekali iklan-iklan mobil yang siap dijual namun tidak memiliki informasi yang jelas. Hal tersebut yang saya temukan di suatu page  dimana harga dan kontaknya tidak jelas.

Produk dengan informasi yang tidak jelas akan membuat user tidak puas

Sekian ulasan mengenai 10 kesalahan yang sering terjadi pada web design.. Semoga bermanfaat dan dapat diaplikasikan ketika akan mendesign sebuah web.. G64090015

Advertisement